Aliran sungai yang sangat indah.

Seperti biasa, langkah kaki ku membawaku berjalan tak tentu arah di tengah-tengah hutan belantara. Setelah banyak langkah yang ku tempuh, suara gemercik air berseru. Kuhampiri tanpa sedikitpun menaruh rasa ragu.

Sesampainya di sana, kutemukan sebuah aliran sungai yang sangat indah. Air biru jernih menyapa mata, dan juga udara sejuk nan menenangkan yang langsung menyentuh kulit tanpa diminta.

Aku mencari ikan untuk ku jadikan santap siang kala itu. Dan juga memasukan beberapa air kedalam sebuah bilah bambu yang telah ku buat untuk bekal ku beberapa hari kedepan.

Namun semakin lama aku bermain di aliran sungai tersebut, rasanya aku tak ingin beranjak dari sana. Karena di sana, semua yang kubutuhkan tersedia. Dalam segi apa pun, baik pangan dan juga ketenangan jiwa. Dan akhirnya, kuputuskan untuk menetap.

Setelah banyak hari yang ku lalui dengan ketenangan jiwa dan juga tanpa rasa khawatir akan banyak hal di tepi sungai yang indah ini, ku temukan satu masalah yang menurutku sangat amat menyebalkan.

Pagi itu aku mendengar suara samar air yang sangat deras, dan beberapa detik kemudian, genangan besar menyapu ku dan juga tepi sungai yang sangat indah itu.

Tak ada yang tersisa. Aku dilanda kebingungan. Haruskah aku tetap bertahan di tepi sungai yang nyaman ini? dengan fakta bahwa sungai yang indah ini berdekatan langsung dengan sebuah bendungan besar yang sewaktu waktu bisa rusak. Dan seperti tadi, air bendungan bisa saja datang kembali sewaktu waktu tanpa diduga, menyeret semua yang ada, termasuk diriku.

Setelah memikirkannya sepanjang waktu, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ku seperti dulu. Berjalan tak tentu arah di tengah hutan belantara ini. seorang diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Sunset is beautiful, isn't it?"

Teruntuk Puan