Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Perihal Setelah Patah Hati.

Hei, Patah hati itu normal, yg ga normal itu, kalo kita terlalu larut merasakannya. Tak apa, patah hati salah satu dari proses pendewasaan kok. Banyak hari setelah itu yang seharusnya kamu benahi mulai dari sekarang, dan banyak hari berikutnya pula yang harus kamu rancang dari sekarang. lantas, jangan egois ya, jangan hanya karena cinta, kamu menghancurkan seperempat kehidupanmu. Aku tahu ini cukup berat, kamu tak sanggup melupakannya dengan cepat, bukan?. Namun yang harus kamu tahu, jatuh cinta dan patah hati itu emang udah sepaket, kita ga akan pernah bisa menghindari kenyataan itu. Dan menurutku, perihal cara mengatasi patah hati yang paling baik bukan dengan seberapa cepat kamu melupakannya, namun seberapa hebat kamu mengatur stok kesedihan yang kamu punya, untuknya. Kita semua tahu, ga akan ada satu hari setelah perpisahan yang ga terasa pahit. semuanya terasa pahit bukan?. Obat juga pahit, tapi ia penyembuh. Tak apa, mungkin sekarang kepahitan itu belum memberikan efek apapun...

Tentang luka,dan kita.

Aku tau,aku selalu menyakitimu, Membuat mu berulang kali jatuh, Namun kau tak pernah runtuh. Aku tau,bahwa aku tak sempurna, Maka dari itu aku memilih mu untuk menjadi penyempurna. Aku tau,kita sering saling menyakiti, Namun kali ini,kumohon untuk berhenti, Berhenti saling menyakiti, Karena kita tau,kita saling mencintai, Saling melengkapi dan juga saling melindungi, Kamu tau?aku sedikit marah saat ini, Karena kepercayaan ku sedikit kau dustai. Kukira kau tak akan tega melakukan itu, Karena ku tahu kau tak seburuk itu, Namun nyatanya kau mampu, Dan itu membuat sedikit rasa nyeri di hati ku, Aku mencintai mu sungguh, Tak ada keraguan sedikit pun tentang itu. Namun untuk kali ini,aku sedikit egois, Mengertilah perasaan ku, Ini semua kulakukan karena aku takut kehilangan mu, Jadi kumohon mengertilah.

Dunia

Dunia selalu berlaku tak adil Keadilan itu direnggut paksa Oleh yang berkuasa, Yang memiliki harta,tahta, Dan juga yg memiliki keparasan rupa Dunia selalu berlaku tak adil Pada orang lemah Yang hanya mengandalkan arah udara, Berlalu dengan tiupan, Untuk bisa terbang. Karna tak mampu terbang dengan sendirinya. Dunia selalu berlaku tak adil Karna nyatanya dunia tak kan pernah berlaku adil,kecuali karena takdir.

Sepi

Denting jam terdengar nyata, Suara gemercik air hujan pun sama. Ruang kedap suara dengan minim pencahayaan, Menjadi tempat paling nyaman yg aku punya. Menangis dengan senyum yang terlihat, Karena tak ada yang bisa mendekap. Sudah menjadi hal biasa bagiku, Merasa sepi tak berujung. Dan berakhir dengan pernyataan pahit, Bahwa ini memang kenyataan yang harus ditelan, Tak apa,untuk saat ini seperti ini, Harapku,esok sepi segera pergi, Mendatangkan sosok yang bisa mewarnai relung hati.

Penantian

Jika kamu berpikir aku akan menyerah, Maka kamu salah. Aku,manusia bodoh yang tak mampu menyerah, Bertahan tak tentu arah, Walau sangat lelah. Kamu bilang,tak apa jika aku melupakanmu, Tapi kamu lupa,jika aku tak mampu melepasmu. Jika melepas saja tak mampu, Bagaimana bisa aku melupakanmu? Aku berharap kamu kembali, Agar tak sia sia aku menanti, Dengan hati yang letih, Dan legam dada yang sangat perih, Semoga hati lekas memulih, Dan semoga kamu,lekas kembali. Karena nyatanya, Aku tak mampu berdiri sendiri. Cepat kembali,aku menanti.

Rasi Bintang

Yang kutahu,hanya malam gelap, Sunyi tanpa suara,pengap. Merenung dengan penuh harap, Bahwa ia bisa lenyap, Dari pikiran dan rasa yg mengendap. Sampai suatu waktu, Kutemukan kamu. Malam gelap mulai terlihat dihiasi bintang, Dimatamu kutemukan rasi bintang, Bahkan bintang kalah terang. Disini aku hanya ingin memberitahu dunia, Bahwa aku sudah menemukan rasi bintang paling indah, Sampai rasanya malam gelap hilang begitu saja. Berbahagia lah dengan bahagia mu Aku hanya suka menatap rasi bintang dimatamu, Tak ada niat lebih,sungguh.

Terikat tatap mata

Tatap mata itu Teduh Bisa kah sekali lagi diri ini melihatnya? Hanya untuk memastikan Bahwa ia tetap teduh Tatap mata yg selalu bercerita Dengan wajah yg selalu ceria Bisa kah sekali lagi melihat tatap mata teduh itu? Sang rindu sudah menggebu gebu Namun kamu masih saja menjauh Jauh sampai sulit ku sentuh Lagi lagi diri ini berada dititik ini Menyerah dengan hati yg lirih Menjauh hanya untuk kau cari Namun sepertinya kau malah happy Karena tak ada lagi Sorot mata pengganggu di setiap hari Sudah,aku akan berusaha tak kan merindu lagi