Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Nanti kita cerita tentang hari ini,harap esok lebih baik.

Kicau burung nan indah dipagi hari Pertanda bahwa hari baru dimulai kembali Tak ada yang baik baik saja Hati pun begitu Bumi terus berputar Denting jam terdengar nyata Menyadarkan bagaimana hati bisa terluka Tersudut dengan pikiran yang berkecamuk Ditelan hening pagi Setiap sekat dinding menjadi saksi Bagaimana air mata terjun bebas tanpa henti Tawa lenyap Tak membekas Kembalikan sang tawa Bosan terus menerus bertemu air mata Rumah yang seharusnya menjadi tempat terbaik untuk berlindung,berbanding terbalik. Rumah,dulu sangat amat nyaman Sampai dinding dan gorden menari ria akibat suara tawa yang menggelegar indah, Namun sekarang,dinding dan gorden bahkan meja pun enggan menari bahkan enggan bergerak Akibat tak pernah lagi ada tawa yang berakhir membuat hati sesak Akankah semua kembali seperti dulu? Kuharap masih ada secercah sinar Agar kita masih bisa seperti dulu kala. Y'all,ily! 20 Desember 2019 Penghujung tahun dengan ditemani jutaan legam didada yang me...

Kukira kamu kuat

Rembulan sedang berada di porosnya,dan kamu bercerita tentang bagaimana sakitnya jatuh dan terluka,kukira kamu kuat. Kamu bercerita tentang dinginnya angin malam akibat hujan lebat yg bertugas menghapus jejak,kukira kamu kuat. Dan tentang air yang mengikis tanah sehingga akar pohon pun tak kuat menahan,kukira kamu kuat. Dan sekarang aku tersadar,pada satu titik dimana setiap manusia bisa sangat berhasil menutupi segala lukanya,dan kukira -ia kuat. Sudah berapa banyak tawa yang kau buat menjadi sebuah kebohongan Kukira kamu bulan,bulan yg bersinar terang. Namun sepertinya,kau memang bulan,bulan yang sangat terang,sampai aku tak mengetahui bahwa bulan mempunyai sisi gelap. Dan lagi,kukira -kamu kuat.

Kepastian

Sudahi jika kau tak ingin serius, Sebelum hati benar benar terjerumus. Sering bertatap tapi tak menetap, Sering memberi harap, Tapi tak pernah memberi dekap. Ataukah ada yg sedang kau jaga perasaannya? Sampai aku merasa kau sudah layaknya ada yg punya, Entahlah, Jika kau tak memberi kepastian, Lalu bagaimana dengan hatiku?haruskah menahan kepedihan? Lantas akankah kepedihan ini takkan berakhir? Puan,tolong mengertilah,aku tak ingin terus terusan seperti ini, Karna hati bukan tempat layaknya taman bermain.

Sama

Malam itu Kala berdebat denganmu Rasanya ingin sekali menghentikan waktu Lelah merengkuh kenyataan Bahwa kamu singgah hanya karna kesepian Baiklah,setidaknya kamu jujur Jadi aku bisa mengatur frekuensi cintaku dengan teratur Tolong berhenti memberi harap Karna nyatanya hanya menjadi luka yg mengendap Sunyi malam menjadi saksi bisu Menangis dalam diam dngn hati yg membeku Sudahi ini Hati-ku tak siap untuk lirih kembali Kukira kau berbeda Tapi nyatanya sama.

Teruntuk Puan

Matahari terbit pagi ini Dengan secercah sinar mentari Dan juga harapan yg menyeruh kembali Kali ini Rasanya aneh sekali Mengenal ia baru hitungan hari Namun hati sepenuhnya menaruh harap lebih Salahkah? Jika mengharap yg tampak tak nyata Jika mengharap yg jauh dimata Dan mengharap ia yg tak selalu ada Pagi ini lagi lagi berkisah Namun tak sama dengan kisah sebelumnya Sedikit berbeda Dan untuk Puan yang berbeda pula Sudah mencoba menolak agar tak terjatuh Namun kenyataan membuat hati terbelenggu Kumohon katakan jika ini fiksi Tak ada yg asli Sangat sulit berurusan dengan hati Namun apalah daya jika ia sudah sepenuhnya mengisi Kaliini aku berterimakasih Berkatmu,aku sedikit lupa akan kisah pedih Berkatmu,sedikit hilang rasa perih yang tertancap tajam di hati Berkatmu,ah lagi lagi berkatmu. Dan pada intinya,terimakasih.              ~Inayahkhalisah -Palembang

Hujan Lebat

Semua yang aku ucapkan,bukanlah candaan, Bukan pula gumalan, Apalagi sebuah ketidaksengajaan. Aku sengaja, Sengaja Mengucapkannya dengan penuh kehatihatian, Agar kau tak merasa berlebihan. Lantas mengapa kau menganggap ini hanyalah gumalan? Aku yang mengatakan nya dengan tidak memperdulikan rasa malu, Dengan tidak memperdulikan harga diri, Namun balasmu yg selalu membuatku kaget Sampai pada akhirnya, Aku tersadar, Semua dari awal yang ku lakukan untukmu Kau arti kan hanya sebatas perhatian seseorang untuk sahabatnya,tidak lebih. Terjerembab kedalam lingkaran 'cinta sahabat' Membuat hati mendung,hujan berkelebat Dengan raga dan fikiran yang bergulat hebat Sampai tak mampu lagi berpikir sehat Kamu,aku akan meninggalkan hujan lebat ini Sebelum hujan ini menjadi badai yg hebat Baik baik ya!

Tentang Puan

Tinta pena mulai terukir, diri ini kembali larut akan puan. Semesta pun tau, Jikalau puan telah enyah, Dari kehidupanku. Semesta selalu mengujiku, Menempatkan kenangan akan puan,dikesunyian malam. Berbisik secara halus, Namun sangat menusuk. Layaknya bintang di siang hari,tak nampak Dan tak di anggap ada. Sadar diri sudah menjadi rutinitas, Bersyukur pun tak pernah terlupakan, Namun merelakan masih dalam angan² belaka.

Patah hati,sendiri

Apapun yg kau katakan selalu lucu Terutama dimataku Dan perlahan aku pun mulai luluh Terimakasih sudah membuat ku luluh Mencairkan hatiku yang beku Tapi sayang,itu tak berlangsung lama Kau mencintai nya Dan mulai tak menganggap ku ada Aku tak menyalahkan mu seutuhnya Salahku terlalu menaruh harap lebih padamu Berlahan ku sadar diri Sudah sepatutnya aku sendiri Menyatu dengan ruang hampa tak bertepi Menahan semua emosi Dengan kehampaan yg selalu menghampiri Aku akan segera menepi Agar tak ada lagi kata 'patah hati' Akan asumsi yg kubuat sendiri Terimakasih sampai detik ini Kau masih menjadi alasanku untuk sendiri Bukan karna masih berharap lebih Namun patah hati yg kau buat kemarin Masih membekas sampai hariini

Janji

Janji janji yang seolah meyakinkan, Pada kenyataannya, Hanya akan berakhir menyakitkan. Janji hanya sebatas kata penenang, Jika sudah tenang,'ia' akan menghilang.    'kata kata itu palsu,tindakan itu nyata'

Harapan

Bertahan atau menahan? Bertahan agar tdk terciptanya perpisahan Atau menahan ia untuk tdk berpisah? Semua nya sama, Ya sama sama akan sia sia Aku hanya manusia bodoh Yg mencintai kamu sebanyak buih dilaut lepas Yg nyatanya tak mampu melepas Dengan hati yg tergores Namun masih saja ingin menoreh Ketika hati terpaku dikamu Rasanya seperti meminum jamu Pahit,tapi kuharap kau penyembuh Sama hal nya seperti jamu, Pahit,namun obat penghilang lelah Kuharap kau seperti jamu, Jangan hanya pahit tak berujung ya! Aku akan selalu menunggu masa itu, Masa dimna kita bahagia selamanya, Berdua.

Semesta

Hidup memang begini Ada yang datang dan pergi Jika kau tak terbiasa Kau akan terluka nanti Jadi biasakan dirimu untuk merasakan pahitnya kehidupan Semesta sangat luas Tapi tak semua orang Sempat untuk menjelajahinya Jadi mulai sekarang Jelajahi lah semesta yang begitu Luas ini,selagi kau bahagia Baik fisik maupun hati Kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepan,siapkan hati dengan yakin Jika apapun keputusan-nya, Pasti itu yg terbaik untuk kita.

Aksara

Kau nyatanya masih berkuasa Berkuasa memenuhi aksara tulisku Berkuasa atas segala rindu yg membeku Dan tentu akupun masih terkepung Terkepung dalam hatimu yg tak juga menoleh ke arahku Dan juga aku masih belum bisa melupakanmu Tekankan kata masih atau mungkin selamanya.

About The World

Hiruk piruk suara jalan raya Rumah padat penduduk ditepi jalan Tapi mengapa? Mengapa anak² disana bisa tertawa Bak orang yg paling bahagia didunia Dengan kesederhanaan Dngn keterbatasan dari segi apapun Baik materi maupun pendidikan Tapi mengapa? Mereka tak pernah merasa kekurangan? Karena apa? Karena mereka selalu mengutamakan kebahagiaan Dibandingkan harta maupun tahta Sekali kali ketika kau jengah dengan permasalahan hidup mu, Temui mereka,lihat cara mereka bertahan hidup Pasti kau akan merasa lebih bersyukur atas apa yg diberikannya Itulah obat yg paling mujarab atas masalah yg ada di duniamu.

Sekali Lagi Tentang Rindu.

Rindu yang menggebu Lagi lagi datang dengan bergemuruh Rasa yang sama Msh akn trsimpan untk wktu yg lama Kamu, Masih ingatkah akan diriku ? Canda tawa yg kau ciptakan dulu Msh sja mnjdi alasan untku merindu Kau berubah Bukan kamu yg berubah, tapi waktu yang berjalan dan berulah Mengapa manusia sangat sulit melupakan hal hal yang membahagiakan? Perihal melupakan aku tak pandai Bahagia selalu! Aku rindu kamu.

Secarik kertas sejuta rindu

Sajak,perantara rindu Secarik Kertas,Semua tentang mu Dunia Aksaraku,Penuh akan dirimu Kamu,berterimakasih lah kepadaku Karna segala hal yg kusukai, Selalu Berhubungan Tentang Mu..           -30 Maret 2019